Showing posts with label Cara Tanam. Show all posts
Showing posts with label Cara Tanam. Show all posts

Cara Menanam Benih di Pot Atau Polibag



Panduan Umum Bercocok Tanam di Polibag atau Pot


  1. Persiapkan polibag ukuran 8x9cm, botol plastik bekas, pot kecil atau wadah semai media berupa campuran tanah, pasir dan pupuk organik (1:1:1). Untuk menghilangkan gangguan hama tanah berikan puradan dosis 10 gr/m2 atau 10-20 butir puradan per polibaq. Media ini disiapkan 1 minggu sebelum penyemaian benih.
  2. Rendam benih dalam air hangat (50° C) semalam. Untuk benih ukuran kecil tidak perlu diremdam..
  3. Tebarkan benih pada kertas peram atau handuk lembab (Bisa juga dengan serbet/tissue kasar) hingga berkecambah (±5hari) dan simpan pada suhu kamar atau <30°C.
  4. Tanam benih yang telah berkecambah pada polibag semai (No.1)
  5. Letakkan bibit di tempat teduh dan sirami secukupnya untuk menjaga kelembabannya.
  6. Bibit bisa ditanam di polybag setelah muncul 4-6 daun.
  7. Siapkan polibag, pot, atau wadah tanaman (dapat berupa barang bekas) ukuran 35x35cm atau volume 10 kg yang diisi dengan media campuran tanah, pasir dan pupuk organik (1:1:1) lalu ditambahkan pupuk dasar. Untuk menghilangkan gangguan hama tanah berikan puradan dengan dosis 0,5-1 gr/polibag atau sejumput jari. (Media bisa berupa tanah yang subur – hitam dll)
  8. Lakukan pemupukan, untuk tanaman muda lebih baik dengan pupuk cair yang disemprotkan.
  9. Pemberian pupuk daun seperti pupuk mikro, pupuk kalsium, pupuk NPK, dapat pula dilakukan. (petunjuk pemakaian disesuaikan dengan kemasan pupuk).
  10. Lakukan penyiraman secukupnya untuk menjaga kelembaban media tanah polybag.
  11. Lakukan perompesan/pembuangan cabang daun di bawah cabang utama dan buang bunga yang pertama kali muncul.
  12. Untuk mengendalikan hama lalat buah penyebab busuk buah, pasang jebakan yang diberi Antraxtan. Sedang untuk mengendalikan serangga pengisap daun seperti Thrips, Aphid dengan insektisida seperti Curacron, Promektin, dll. Untuk penyakit busuk buah kering (Antraknosa) yang disebabkan cendawan, gunawan fungisida seperti Antracol, Victori Mix,dll. Dosis dan aplikasi masing-masing obat dapat dilihat pada labelnya.
Pemetikan pada saat panen dilakukan dengan hati-hati agar percabangan/tangkai tanaman tidak patah.
Tabel Rekomendasi Pemupukan:

Pemupukan
Waktu (HST)
Pupuk dan dosis per pot
Cara Pemberian
Dasar
0
2 gr NPK
Dicampur rata dengan media
Susulan 1
30
2 gr NPK
Dibenamkan disekeliling tanaman radius min 5cm dari batang
Susulan 2
60
3 gr NPK
Dibenamkan disekeliling tanaman radius min 5cm dari batang

Note :
Petunjuk di atas merupakan petunjuk umum dan dibuat berdasarkan pengalaman berkebun penulis. Petunjuk bersifat umum dan pasti masih ada kekurangan karena setiap tanaman membutuhkan perlakuan berbeda-beda. Selanjutnya kami akan terus memperbaiki petunjuk ini agar bisa lebih spesifik pada tanaman tertentu. Semoga petunjuk ini dapat membantu kegiatan berkebun Anda. Mohon maaf apabila ada kekeliruan.


Selamat berkebun..

Pelleted Seeds Adalah ...?


Kemajuan yang terjadi pada dunia pertanian, adalah salah satu penyebab munculnya metode-metode baru yang canggih dalam memuliakan benih.  Tidak semua ukuran benih seragam.  Benih benih yang ukuran besar misalnya seperti benih jagung atau bunga matahari, tentu tidak menyulitkan sewaktu disemai.

Namun kadangkala apalagi dalam dunia tanaman hias, benih benihnya ternyata ada yang sangat halus, bahkan lebih halus dibanding pasir.  Seperti debu saja.  Misalnya benih asli petunia, moss rose, torenia atau lobelia.

Benih halus ini sangat menyulitkan untuk disimpan dan disemai.  Biasanya penyemaian dilakukan secara mubajir, dengan menebar benih seperti debu tersebut di permukaan media tanam.  Hasilnya mungkin 90% tumbuh, namun yang selamat sampai dewasa tidak mencapai 30%.
Oleh karena itu, pemuliaan benih dilakukan dengan memperkenalkan produk Pelleted Seed.  Benih-benih tanaman yang halus dimodifikasi, dilapisi dengan zat zat organik dan pestisida, tidak hanya dilapisi, namun lebih kepada dibungkus.  Sehingga anda tidak tahu lagi bentuk asli benih aslinya.  

Ada juga metode coated seed, yang hanya memberikan perlindungan tipis semacam selaput pada benih, dan tidak kita bicarakan disini.


Pelleted Seed adalah benih yang sudah mendapat perlakuakn sedemikian rupa sehingga bentuk benih aslinya sudah tidak kelihatan lagi.  Prosesnya adalah benih biasa dilapisi dengan lapisan organik tertentu serta pestisida yang tujuannya antara lain, untuk membantu gardener dalam menyemai benih benih halus serta melindungi benih asli yang umumnya sangat halus supaya leih tahan lama.

Jadi, seperti gambar di atas, demikianlah ilustrasi pelleted seed. serta perbedaanya dengan Raw Seed / UT (Untreated seeds) atau benih biasa tanpa perlakuan apa-apa.


Pelleted seed biasanya dengan harga yang jauh lebih tinggi dibanding UT atau Raw Seeds.  Kemudian benih benih ini juga dikirim dalam toples toples kecil yang melindungi pelleted seed dari benturan.  Pelleted seed sendiri sangat mudah hancur.  Bila dipencet atau kena air, pembungkus benihnya langsung hancur.

ALs garden punya metode pengiriman sendiri bila ada yang memesan Pelleted Seed
Cara Menyemai Pelleted Seed:
Kerjakan hal berikut ini di atas meja yang bersih. Ambil sehelai kertas HVS, jadikan sebagai alas. 

Benih berbentuk pelleted yang kami jual biasanya kami kemas dalam aluminium foli dan dimasukkan ke dalam sedotan plastik agar terlindungi pada saat pengirriman dan tidak hancur. Oleh karena itu, siapkan juga gunting untuk menggunting sedotan.

Gunting sedotan dengan hati hati. Mulai dari kedua ujungnya, jangan mengenai aluminium foilnya. Jangan memencet aluminium foil benih


Setelah itu gunting lebih hati hati lagi aluminium foilnya. Benih pelleted berbentuk bulat bundar yang sangat gampang terjatuh.

Benih siap disemai, ikuti petunjuk yang ada di kemasan setiap jenis benih


Ilustrasi di atas adalah contoh menyemai pelleted seed.


Tanaman muda muncul menembus pelleted seed.


Selamat berkebun



Cara Gampang Menyemai Benih Zinnia


Zinnia masih termasuk dalam kelompok bunga Matahari (Sunflower) dalam keluarga besar Bunga Daisy.  Hal ini perlu kita ketahui sebagai pengetahuan dasar dalam hal memperlakukan tanaman ini.  Karena spesifikasi dalam kelompok Bunga Matahari ini, jelaslah bahawa Zinnia menyukai perlakuan yang hampir sama dengan Bunga Matahari.


Ini adalah contoh biji bunga Zinnia.  Bentuknya seperti helai daun yang kering dan menggelumbung.  Apabila dikeringkan dengan baik, dapat disimpan cukup lama, sekitar 6 sd 12 bulan.  Cara menyemai Biji Zinnia sangat gampang.  Cukup sediakan wadah untuk menyemai, lebih baik memakai tray semai atau pot kecil terlebih dahulu.  Isi tray atau potnya dengan media yang bersifat gembur dan gampang menyerap air.  Tanah dari kebun juga bisa, asal diusahakan yang gembur dan bersih.  Lebih baik lagi bila medianya di sterilkan dulu (bisa dengan cara dikukus atau di sangrai).  Campuran tanah kebun, humus dan kompos mungkin bisa menjadi pilihan,  Bisa juga dengan cocopeat, sekam bakar atau media semai yang sudah jadi, beli di toko pertanian.

Setelah pot/tray diisi dengan media, bikin lubang dengan jari di media tersebut.  Jangan terlalu dalam, sekitar 1 cm saja.  Lalu masukkan di setiap lubang 1 - 2 butir benih bijinya. tutup lagi dengan media sampai tidak ada bagian biji yeng kelihatan.

Semprot dengan spray agar media basah dan biji tidak hanyut.  Lalu letakkan di tempat yang sejuk.  Jangan kena matahari langsung.  Bila perlu tutup tray/pot semai dengan kardus atau plastik hitam.  Perlakuan gelap total membantu tumbuhnya benih yang disemai.
Jangan berlebihan menyiram semaian Zinnia.  Kalau terlalu basah, benih bisa busuk dan gagal tumbuh.  Siram secukupnya saja,  Periksa setiap hari sampai benih tumbuh.

Begitu benih sudah tumbuh, penutupnya harus segera dibuka.

Akan terlihat seperti gambar berikut:


Pot tray yang sudah tumbuh, harus segera mendapat sinar matahari tidak langsung, kalau terlambat memberikan sinar matahari, tanaman bisa memanjang.  Kalau tanaman terlanjut memanjang, sewaktu pindah pot tanam, harus ditanam lebih dalam sebatas 1 -2 cm dari daun pertana.


Masa bayi tanaman adalah saat saat kritis.  Jangan sampai kering dan jangan pula sampai terlalu basah.  Biasakan hanya menyiram bagian media tanam.  Kalau bayi Zudah terlihat kuat.  Sudha bisa dipindah.  Atau kalau pengalaman saya yang suka menyemai dengan tray, begitu sudah tumbuh seperti gambar di atas, biasanya sudah saya pindah ke pot yang lebih besar atau polibag.  Caranya dengan mencungkil tray semai dengan sendok teh.  Apabila di biarkan sampai berdaun 4 di tray semai, saya khawatir pertumbuhannya terganggu, soalnya tray semai hanya memiliki sedikit sekali media tanam.  Bisa kekurangan gizi.

Setelah dipindah ke pot yang lebih besar (25 - 30 cm), perawatannya jadi lebih santai.  Karena medianya yang banyak, maka jangan terlalu khawatir kekeringan.  Siram hanya bila terlihat medianya kering.  Jangan menyiram pohonnya, nanti tumbuhnya jadi bengkok tidak karuan.  Bila memungkinkan jangan kena hujan.

Setelah umur 1 bulan saya mulai memberikan pupuk.  NPK saja yang kadar N nya tinggi dengan takaran 1 ujung sendok teh kecil, untuk masing masing pot ukuran 25 cm ke atas.



Bila sudah melewati masa bayi yang kritis, tak lama kemudian akan muncul bakal bunga pada tanaman Zinnia remaja anda.  Pupuk saya ganti dengan NPK yang K nya tinggi.  Dalam fase ini kadang kadang saya iseng, pernah pakai Guano (kotoran kelelawar) yang kebetulan di jual di supermarket.  Tapi tetap dengan dosis sangat kecil.  

Kalau anda pakai pupuk tabur, sebaiknya lakukan setelah menyiram tanamannya, terus jangan disiram dulu.  Biar pupuknya larut sedikit demi sedikit.  Kalau sekaligus larutnya takutnya tanamannya jadi lemes.


Zinnia kalau tumbuh seperti di atas, menghasilkan bunga bertumpuk tumpuk akan kelihatan indah sekali.  Warnanya cakep, bunganya cakep, dan ada aromanya sedikit kalau dicium.  Namun, kadnag tidak muncul kelopak tumpuk.

Harap di ingat, misalnya seri Dahlia Flowered Mixed (termasuk di dalamnya jenis Early Wonder) sebenarnya adalah jenis Double and Semi Double.  Jadi dalam 1 pohon yang subur, mula mula muncul bunga kelopak tunggal (1 lapis), begitu bunga seterusnya kadang muncul kelopak ganda atau majemuk (tumpuk).  Namun kadang tidak muncul yang majemuknya, hanya ada kelopak tunggal.

Kalau ketemu yang begitu, biasanya saya cabut dan buang, agar tidak menulari generasi berikutnya.  

Kemudian harap diingat juga, bahwa kadang kelopak majemuknya gagal tumbuh,  Misal di gambar berikut:



Gambar diatas sebenarnya adalah Zinnia yang berbunga tumpuk.  Namun karena perteumbuhannya tidak sempurna, kena hama atau kurang gizi, maka kelopak di tengah banyak yang gagal tumbuh, sehingga kesannya jadi Zinnia satu lapis.

Padahal Zinnia satu lapis ada jenisnya sendiri, dikenal dengan Zinnia Spider:



Memang susah untuk menjaga galur murni Zinnia, terutama soal warnanya. Jenisnya juga ternyata sangat banyak.  Belum lagi yang jenis Hibrida atau F1. Banyak penjual benih bunga yang tidak paham soal ini. Mereka beli benih Zinnia tumpuk yang F1/Hibrida, lalu mereka tanam dan ambil bijinya lalu dijual lagi, hasilnya kembali ke asal, menjadi Zinnia mirip spider. 

Zinnia yang full tumpuk, biasanya memang jenis F1 (Hibrid).  misalnya jenis Benary's Giant.  Kami di Als Garden menghindari menjual jenis F1 karena tidak bisa dibudidayakan lagi berikutnya.  Hanya sedikit sekali kami jual jenis F1. 


 
ibs(idblogsite)
Copyright © 2014. indoalsgarden
Distributed By Blog Templates | Designed By Gusti Adnyana